TOP-LEFT ADS

Kebijakan Pemerintah Tak Efektif, Ketimpangan Pendapatan Masih Tinggi


Harianpublik.com -  Ekonom senior dari Indef, Bustanul Arifin menyebut masih tingginya ketimpangan pendapatan saat ini karena salah satunya disebabkan oleh adanya kebijakan pemerintah yang tak efektif.

Saat ini, rasio ketimpangan sosial yang tercatat dalam rasio gini berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) memang cukup tinggi mencapai 0,397. Angka itu turun sedikit dari enam bulan sebelumnya yang sebesar 0,394.

“Kebijakan pemerintah yang paling tak efektif itu adalah terkait subsidi pangan, subsidi pendidikan, subsidi pupuk, dan lainnya. Kondisi itu menciptakan ketimpangan pendapatan yang masih tinggi,” cetus Bustanul dalam diskusi Menuju Ketangguhan Ekonomi Indonesia, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/4).

Ketidakkefektifan kebijakan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla itu terlihat dari data sebanyak 65 persen petani termiskin justru hanya menerima 3 persen subsidi pupuk.
“Tapi yang ada, 1 persen petani terkaya telah menikmati 70 persen subsidi pupuk, jadi 5 persen petani kaya itu menikmati 90 persen subsidi,” jelas Bustanul.

Selain itu, kata dia, dari sisi pemerataan kepemikikan aset, justru kondisi yang tak berpihak kepada kalangan bawah. Di mana distribusi lahan terus memburuk. Faktanya, petani berlahan sempit terus meningkat, sebanyak 54 persen per tahun.

“Kondisi itu menunjukkan, karakter pertumbuhan yang tak berkualitas. Sebab kinerja sektor tradable seperti sektor pertanian tadi, dan industri manufaktur tak terlalu baik. Justru didominsi oleh sektor non tradable,” papar dia.

[Aktual]



Sumber : Harian Publik - Kebijakan Pemerintah Tak Efektif, Ketimpangan Pendapatan Masih Tinggi

0 Response to "Kebijakan Pemerintah Tak Efektif, Ketimpangan Pendapatan Masih Tinggi"

Posting Komentar